Pages

Friday, December 16, 2011

[Pertemuan ke-3] Leadership


Dilahirkan atau diciptakan?

Apakah Adolf Hittler, Mahatma Gandhi, Margareth Tacher, dan pemimpin besar dunia lainnya ditakdirkan sebagai pemimpin? Apakah mereka dengan sengaja atau bangga hati mendapat sanjungan sebagai pemimpin? Tentu saja tidak.
Lalu, apa mereka dilahirkan untuk langsung menjadi pemimpin? Atau mereka menciptakan sendiri bakat-bakat kepemimpinan mereka? Bagaimana menurut Anda, apakah pemimpin itu dilahirkan atau diciptakan?
Pada dasarnya, ketika kita terlahir sebagai seorang manusia, kita sudah berkompetisi menjadi seorang pemimpin manakala kita mengalahkan berjuta-juta sel yang akan “menghinggapi” sel telur wanita. Dari peristiwa tersebut, sudah jelas dan bahkan tanpa kita sadari kita sudah berkompetisi menjadi pemimpin sejak dari mulai kandungan.

Pe”Mimpi”n

Pernahkah kita bermimpi? Apakah kita pernah memimpikan salah satu masa depan kita lalu kita mewujudkannya? Kalau kita ingin menjadi seorang pemimpin salah satu syaratnya kita harus punya mimpi. Apakah ini berarti seorang pemimpin harus banyak tidur untuk mendapatkan mimpi masa depannya?
Yang dimaksud mimpi dalam hal ini adalah bukan terbatas pada mimpi yang selalu membumbui kita dalam lelap, akan tetapi lebih ke arah visi untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya pada suatu saat nanti. 

Mimpi seorang pemimpin itu harus bisa menyejahterakan semua orang. Keteladanan, memiliki integritas, tidak pernah meminta akan tetapi selalu memberi merupakan sebagai ciri seorang pemimpin. Berbeda dengan pimpinan, yang tugasnya hanya bisa menjalankan segala arahan yang diberikan oleh pemimpinnya. 

Berikut beberapa perbedaan antara Leader dan Manager
Leader
Manager
Vision
Efficiency
Direction
Day to day and short run
Goal

Objective

Effectiveness

Purpose

Innovate

Focus on people

Inspire trust


Menurut kutipan dari Peter F. Drucker “...Leadership is defined by result, not attributes”. Pemimpin itu harus sadar bahwa dirinya sendiri itu dipimpin. Ketika pemimpin tidak sadar bahwa dirinya dipimpin, maka mentalitas dasar sebagai pemimpin tersebut masih lemah.
Fakta pertama menunjukkan bahwa ketika seorang pemimpin berhasil dalam  melakukan sesuatu hal yang tidak bisa orang banyak lakukan, maka pemimpin tersebut akan diberikan standing applause dari berbagai pihak guna mengapresiasi keberhasilan tersebut. Semakin kencang tepuk tangan yang diberikan akan makin berat beban yang diperlukan untuk mampu mempertahankan hal tersebut. Akan tetapi fakta kedua menunjukkan bahwa ketika terjadi kesalahan sedikit saja, maka semua orang tidak akan mengapresiasi lagi sekalipun yang ada lakukan itu benar. Jadi, jangan jadikan tepuk tangan dari orang itu sebagai pujian bagi kita, jadikan tepuk tangan itu sebagai bagian dari introspeksi jati diri kepemimpinan kita.
Jadi, berdasarkan pertemuan kali ini mengenai leadership, ada 4 kompetensi dasar untuk menjadi seorang pemimpin, yaitu :
  1. Visionary 
  2. Developing people
  3. Action
  4.  Manage Resource